Muzuro's Blog

Mudik Tahun Lalu

Posted on: Agustus 21, 2010

Terbang mendebarkan bersama maskapai X

Lebaran kemarin saya berencana pulang kampung ke Jogja bawa mobil sendiri -seperti tahun sebelumnya- sambil menikmati perjalanan bersama keluarga. Dengan bawa mobil sendiri perjalana mudi akan lebih “terasa” dan kebersamaan diperjalanan juga lebih “lama”, walaupun alasan sesungguhnya adalah “biar lebih hemat”. Tapi rencana itu batal karena tergiur tiket murah maskapai penerbangan X ke Surabaya bersama keluarga paman yang terbang sehari sebelumnya dari Bima ke Mataram. Dalam perjalanan berangkat ke Jogja tak ada hal yang terlalu istimewa, kecuali rombongan paman saya yang tampak seperti korban penggusuran karena membawa belasan tas kecil di bawa naik ke kabin pesawat. (semoga paman tidak baca tulisan ini).

Tiket perjalanan pulang saya sudah saya booking di biro perjalanan di mataram untuk tanggal 27 Sept 09 untuk perjalanan Jogja- Mataram, transit di Surabaya. Ketika tiba waktunya untuk mengambil tiket tersebut, ternyata kemudian gagal, karena biro perjalanan membookingkan tiket yang salah, seharusnya Jogja-Mataram, mereka tulis Mataram- Jogja, padahal saya berada di Jogja. Akhirnya saya batalkan karena untuk tanggal tersebut, tiket Jogja-Mataram saya harus membayar hampir 2X lipat dari tiket salah yang mereka janjikan.

Untuk mendapat tiket yang lebih murah saya beli di salah satu biro perjalanan di Jogja. Dengan alasan tertentu (termurah dari yang mahal-mahal/saat itu semua tiket dijual dengan harga tinggi) saya dapat tiket untuk tanggal 24 Oktober untuk 4 orang yaitu saya, Nina istri saya dan dua anak saya Nadia dan Fathon. (saya sampai lupa jika tanggal tersebut saya berencana ikut acara reuni SMA 10.. Nyesel nih critanya, ndak bisa ketemu teman lama).

Perjanan dari Jogja ke Surabaya tidak ada suatu hal yang istimewa, hanya saja ada seorang penumpang yang harus batal terbang gara-gara nomor bangkunya 18 D, sama dengan nomor saya. Saya “dimenangkan” karena (mungkin) saya datang lebih awal dan bersama kelurga sehingga susah untuk dipisahkan. Pesawat berangkat jam 6 dari Jogja dan tiba di Surabaya jam 6.45 am.

Transit 2 jam di Surabaya terasa begitu cepat karena sibuk ngurusin si kecil bertubuh besar Nadia yang tingkahnya seolah dia adalah anak yang empunya bandara. Pesawat berangkat dari Surabaya jam 9.10 WIB dan di jadwalkan tiba di Mataram jam 11 WITA.

Sekitar jam 11 WITA pilot mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat. Saya segera mempersiapkan acara favorit saya yaitu menoleh ke kanan untuk melihat lokasi rumah saya –yang selama ini belum pernah berhasil saya lihat- dan lokasi yang selalu tampak yaitu pantai Ampenan di mana terdapat tangki Pertamina dan warung plecing kesukaan istri saya. Pesawat mulai merendah tetapi saya kaget karena yang tampak adalah kampung Mapak -lokasi rumah saya-, sedangkan pantai Ampenan tidak tampak, jika turun terus maka saya yakin pesawat akan sampai di terminal Bus “Bertais”, bukan di Bandara Selaparang. Wah…. Tentu susah nyari “Airport Taxi” di sana. Ternyata tiba-tiba mesin pesawat menderu dan pesawat naik kembali. Saya mulai meraba-raba dimana posisi pesawat saat ini, karena memang sering pesawat turun dari arah timur, sehingga saya sering gagal mendapatkan acara favorit.

Lima belas menit berlalu pesawat belum juga mendarat, saya hitung sekitar 4 kali pesawat berada diatas selat Lombok karena “berputar”. Kali ini saya mulai khawatir karena diatas selat Lombok pesawat justru menghadap ke selatan. Ingin saya membantu pilot mengarahkan pesawat, sedangkan saya tidak faham bahasa “cockpit”, padahal pesawat tak akan memahami bahasa tubuh atau bahasa isyarat kegelisahan saya.

Saya mulai berpikir bahwa mungkin saja pesawat akan di turunkan di laut atau tepi pantai. Kalau ini terjadi saya hanya berharap pesawat didaratkan (lebih tepat diairkan) di pantai Mapak, karena dengan demikian nelayang Mapak yang segera menolong akan memprioritaskan saya sebagai tetangganya.

Tiga puluh lima menit berlalu, akhirnya pilot mengumumkan dengan jujur (sambil gemetar dan tersengal-sengal dengan nafas yang berat) bahwa telah terjadi kerusakan pada kemudi, tetapi semua telah bisa diatasi, sehingga mohon tenang, pesawat segera mendarat. Landing session ……pesawat mulai mendarat. Perlambatan pesawat terlalu besar sehingga Hukum I Newton mendorong para penumpang terangguk-angguk ke depan. Dari jendela tampak 4 unit truk pemadam kebakaran dengan petugas yang telah menjulurkan selangnya ke arah jalur pesawat, 3 ambulan dan puluhan karyawan angkasapura yang telah siap mengabadikan peristiwa dengan kamera HP mereka. Pesawat berhenti sempurna…. Pilot memaksakan diri untuk membawa pesawat ke posisi “normal”, mungkin untuk mengesankan bahwa pesawat oka-oke saja. Gerakan berbelok ini sangat tersedat dan tidak nyaman. Kemudian pesawat berhenti. Semua penumpang sudah berdiri dan ingin menyeruak keluar pesawat, tetapi justru pintu pesawat tak kunjung di buka. Rupanya maskapai X butuh waktu untuk mengusir ambulan dan truk pemadam, agar sekali lagi pesawat terkesan oke.

Penumpang lega, sementara pembawa kamera mungkin kecewa. Kami turun dari pesawat dan mendapati “lubang” sebesar jendela di lambung pesawat, kira-kira tepat di bawah tempat duduk istri dan anak-anak saya. Alhamdulillah, kami masih dikaruniai tambahan umur panjang untuk menghirup udara segar kota Mataram. Kami berjalan kaki cukup jauh menuju bandara, karena pesawat yang ‘oke’ berhenti di tengah landasan.

Tahun ini aku akan mengecat ulang mobil agar lebih pantas di bawa mudik.

Cukup sekian. Terimakasih. Matur nuwun (bahasa Jogja), Matur suwun (bahasa Surabaya). Tampiasih (bahasa Mataram). Lemboade (bahasa Bima).

3 Tanggapan to "Mudik Tahun Lalu"

Wah, kok baru cerita kalau punya pengalaman menegangkan seperti itu, Zuh. Alhamdulillah, kowe tenang waktu itu sementara tanggung jawabmu tidak ringan, melindungi istri dan anak-anakmu. Btw, maskapai apakah itu?
🙂 Salam,

Mochammad
http://mochammad4s.wordpress.com/
http://notulabahasa.com/

Lion Air mas! Makasih sudah kasih komen.

Kisahnya menegangkan juga, untung selamat sampai tujuan.
Salam kenal dan sukses selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

%d blogger menyukai ini: